Laporan Kewirausahaan                                                                         Medan,     Juni 2020
TERNAK SAPI DAN KAMBING PERAH
Dosen Penanggung Jawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Rizky Wahyudi
191201129
HUT 2 A






 






                                       PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2020


KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Kewirausahaan yang berjudul “Ternak Sapi dan Kambing Perah”Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Kewirausahaan, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, baik darsegi teknik penyusunan maupun dari segi materi dan pembahasan. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari para pembaca atau pengguna laporan ini demi penyempurnaan laporan ini.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya dan dapat mengedukasi setiap orang yang ingin memulai suatu usaha sebagai acuan untuk mempertimbangkan kegiatan usahanya.
                                                                                   Medan,   Juni  2020



BAB I
PENDAHULUAN


1.1.       Latar Belakang Sapi Perah

Sapi perah adalah salah satu hewan ternak penghasil susu. Produksi susu yang dihasilkan mampu menyuplai sebagian besar kebutuhan susu di dunia dibanding jenis hewan ternak penghasil susu yang lain seperti kambing, domba dan kerbau, maka dari itu sapi perah mempunyai kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan susu nasional yang mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Kebutuhan protein hewani nasional Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat pesat. Rataan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia saat ini baru 4,19 gr/ kapita/ hari sedangkan standar kecukupan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia menurut FAO adalah 6 gr/ kapita/ hari

1.2.    Profil Usaha

Nama usaha                 : Ternak Sapi dan Kambing Perah

Pemilik                        : Surender Singh

Tempat/tanggal lahir   : 16 Desember 1961

Alamat                         : Jalan Bunga Raya, Kec. Medan selayang,Kel. Asam Kumbang, Medan



Usaha peternakan sapi perah yang dilakukan oleh pak Surender Singh sudah turun - temurun dan pak Surender Singh sudah generasi ke empat penerus peternakan sapi perah. Usaha ini dimulai semenjak tahun 1945, dengan tujuan untuk menghasilkan uang karena peternakan sapi perah ini telah menjadi suatu usaha pak Surender Singh untuk menghidupi keluarganya.

Dalam mengelolah usaha peternakan sapi perah ini pak Surender Singh dibantu oleh beberapa pekerja yang semuanya laki – laki untuk memudahkan pekerjaannya dalam pengembalaan sapi karena pemberian makan system digembalakan di lahan rumput yang luas, pengambilan rumput untuk pedet (anak sapi), pemerahan susu dan membersihkan kandang dan sapi.

Usaha yang dilakukan oleh bapak Efendi dimulai pada tahun 1998 yang telah memiliki izin usaha. Awal berdirinya peternakan milik bapak Efendi karena  hobinya yang suka memelihara kambing – kambing yang besar dan juga untuk menyembuhkan penyakit asma yang pernah diderita anaknya, karena dipercaya susu kambing dapat menyembuhkan asma jika kita sering mengkomsumsinya, sedangkan susu kambing sangat sulit didapat dan harganya mahal. Dengan berjalannya waktu selain untuk dikomsumsi sendiri ternyata susu kambing yang dihasilkan dapat dijual dan hasil dari penjualannya cukup menjanjikan . Hal ini yang membuat pak Efendi  lebih serius menekuni peternakan kambing perah ini.

Hal ini cikal bakal pak Efendi punya perternakan kambing perah yang termasuk terbesar di kota medan ini.  Selain menjual susu segar pak Efendi juga melakukan pembibitan menjual cempe (anak kambing lepas menyusui) ,menjual kambing  pedaging (kambing Boer), pakan dan kotoran ternak sebagai income tambahan. Dalam menjalankan usahanya bapak Efendi dibantu oleh karyawannya yang berjumlah kurang lebih 14 orang  yang lebih separuhnya adalah wanita dimana pekerjanya diambil dari penduduk setempat.






BAB II
PRESTASI USAHA DAN KIAT SUKSES

2.1 Prestasi/kesuksesan
      
       Kesuksesan yang diperoleh Bu Santi dari usaha grosir antara lain :

         1.       Memiliki jumlah sapi dan kambing yang lebih dari 100

         2.       Memiliki pelanggan tetap setiap hari

         3.       Memiliki banyak karyawan
            
2.2  Kiat Sukses

       Beberapa kiat sukses yang dilakukan oleh pak Surender, yaitu:
      
         1.      Tetap semangat menjalani usaha

         2.      Tidak mudah menyerah walaupun banyak tantangan

         3.      Mau mencoba dan berusaha terus

         4.      Berdoa dengan tuhan

BAB III
URAIAN TENTANG KIAT, TEKNIK, PENDEKATAN  KREATIF DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID – 19

3.1 Usaha Yang Dilakukan Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

     Di masa pandemi ini usaha Ternak Sapi dan Kambing Perah mengalami penurunan karena banyaknya konsumen yang takut keluar rumah untuk membeli susu. Agar tidak mengalami kerugian Pak Surender memberikan pengarahan kepada para pegawainya agar menggunakan masker dan selalu mencuci tangan serta selalu menjaga kebersihan peternakannya agar para konsumen tidak ragu untuk susu di tempatnya. Dan jika susunya tidak habis, maka akan diolah menjadi minyak samin, keju dan yogurt.

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
     Usaha Ternak Sapi dan Kambing Perah merupakan usaha yang cukup menjanjikan dimana kebutuhan akan kalsium akan terus dibutuhkan. Selain itu, usaha ini juga menghasilkan keuntungan yang besar. Pak Surender menerapkan beberapa kiat sukses dimana salah satunya adalah bekerja keras karena untuk menggapai kesuksesan dibutuhkannya kerja keras. Selain itu, kita juga harus percaya diri dan tidak malu untuk memulai suatu usaha.
4.2 Saran
     Sebaiknya dalam menghadapi pandemi covid -19 saat ini usaha Ternak Sapi dan Kambing perah  memberikan perubahan pada proses pemasaran produk seperti mempromosikan barang secara online dengan memanfaatkan teknologi sekarang, menyediakan jasa pengantar agar para konsumen yang takut keluar rumah untuk berbelanja dapat memesan dengan menelepon ke grosir. Serta lebih menguasai persaingan pasar.

Komentar